Showing posts with label Obat Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Obat Tradisional. Show all posts

Sunday, May 19, 2013

Khasiat Cengkeh Untuk Obat Tradisional

JURNAL KEPERAWATAN

Obat herbal tradisional cengkeh mengandung banyak manfaat dan khasiat untuk mengatasi infeksi pernafasan, noda jerawat, sakit gigi, dll. Obat herbal tradisional cengkeh tersebut mungkin baru diketahui oleh beberapa orang saja (bukan kalangan awam) karena masyarakan Indonesia telah mengenal cengkeh sejak lama. Cengkeh mungkin tidak dikenal sebagai sebuah obat herbal tradisional, melainkan sebagai salah satu jenis dari banyaknya rempah-rempah yang ada di Indonesia. Selain itu, di negara kita, cengkeh juga lebih dikenal sebagai bahan tambahan dalam pembuatan rokok kretek. Sedangkan di eropa sendiri, cengkeh dipakai atau dimanfaatkan untuk bumbu dalam masakan pedas.
obat herbal tradisional cengkeh

Berikut ini sedikit ulasan tentang manfaat dan khasiat obat herbal tradisional cengkeh yang bisa menjadi alternatif dalam pengobatan:

 1. Mengatasi noda jerawat
    Menurut Cornelia Zicu (staf Elizabeth Arden Red Door Spas), kandungan senyawa Euganol (dikenal sebagai antiseptik alami untuk menyeimbangkan kulit) yang dikandung cengkeh dapat dimanfaatkan untuk mencegah timbulnya jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat.
 2. Mengobati sakit gigi.
    Bagian cengkeh yang dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi adalah bunga cengkih. Cara pemanfaatannya adalah, sangrai 5 sampai 10 butir bunga cengkih lalu ditumbuk hingga halus. Bubuk cengkeh yang dihasilkan kemudian ditaburkan di bagian gigi yang sakit.
 3. Mengatasi Infeksi Pernafasan
    Menurut profesor dari Mount Sinai School of Medicine di New York City; Neil Schachter, MD: Cengkeh bekerja sebagai ekspektoran. yaitu dapat mengencerkan lendir yang ada di kerongkongan dan tenggorokan. Teh yang mengandung cengkeh dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan.
 4. Pewangi alami pakaian 
Aroma cengkeh yang pedas secara alami akan menutupi bau tak sedap, selain itu dapat menjaga kesegaran barang-barang anda. Salah satu contoh pemanfaatan nya adalah untuk pewangi dan penyegar pada pakaian anda. Caranya: simpanlah beberapa batang cengkeh ke dalam lemari pakaian Anda dan ganti setiap 2-4 minggu sekali, agar aroma segar tetap terjaga.
 5. Pembersih Kuman alternatif
    Senyawa Euganol atau antiseptik alami pada cengkeh bermanfaat untuk menjaga kebersihan barang-barang anda. Minyak cengkeh dapat mengurangi bakteri atau jamur yang ada pada perabotan rumah tangga dan mencegah kuman datang kembali. Caranya yaitu dengan mencampur 1/2 sendok minyak cengkeh dengan dua gelas air kemudian semprotkan ke tempat-tempat yang rentan terpapar bakteri atau kuman, misalnya dinding kamar mandi.

Untuk Jenis - Jenis Pengobatan Alternatif Silahkan Klik Disini

Rekomendasi Obat Herbal dan Tips Konsumsi Herbal

Tips konsumsi herbal Tips konsumsi herbalinShare (Jurnal Keperawatan)

Jenis tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat herbal ada beraneka ragam. Misalnya, Temulawak yang sudah terkenal khasiatnya dalam pengobatan hepatitis, Jahe untuk mengatasi masuk angin, Daun Katuk untuk melancarkan ASI, dan masih banyak tanaman jenis lainnya yang sudah diketahui dapat digunakan dalam pengobatan.
Berikut ini adalah referensi beberapa herbal yang dapat Anda pertimbangkan sebagai solusi yang aman bagi kesehatan Anda.Baca DISINI
Sarang Semut
Salah satu herbal yang paling diminati saat ini, Sarang Semut, merupakan tanaman obat asal Papua yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman.
Sebenarnya, secara turun-temurun Sarang Semut telah digunakan sebagai tanaman obat multikhasiat oleh masyarakat pedalaman bagian barat Wamena, Papua, seperti suku-suku di Bogondini dan Tolikara
Dan sekarang hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting yang dapat digunakan dalam pengobatan berbagai jenis penyakit ringan hingga berat.
Dengan berbagai kandungan senyawa aktif yang dimilikinya, Sarang Semut terbukti berkhasiat mengatasi berbagai jenis penyakit seperti asam urat, wasir/ambeien, TBC, diabetes, stroke, hipertensi, lever, asam urat, jantung koroner, berbagai jenis tumor dan bahkan kanker, penyakit yang paling ditakuti pada abad ini.
Noni Juice
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 25.314 pengguna Noni Juice dari 80 negara dengan melibatkan 1.227 ahli kesehatan menunjukkan bahwa sari buah Noni berkhasiat membantu pemulihan sejumlah penyakit.
Penyakit tersebut meliputi kanker, sakit jantung, stroke, diabetes tipe 1&2, lesu, peningkatan daya seksual, penguatan otot, kegemukan (obesitas), tekanan darah tinggi (hipertensi), perokok, artritis, nyeri, depresi, alergi, masalah pencernaan, masalah pernapasan, aulit tidur (insomnia), lemah konsentrasi, peningkatan perasaan sehat, kestabilan mental, sakit ginjal, dan stres.
Tongkat Ali
Bagi para pria, Tongkat Ali dapat menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan tubuh yang bugar, meningkatkan stamina dan gairah seksual, mengatasi disfungsi seksual sekaligus meningkatkan kemampuan seksual Anda.
Sejak masa lalu, Tongkat Ali telah digunakan sebagai obat herbal peningkat gairah seksual dan untuk mengatasi berbagai disfungsi seksual dalam pengobatan tradisional.
Kini, para ilmuwan juga mendapati keampuhannya dalam mengatasi disfungsi seksual. Ada begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa Tongkat Ali paten dalam meningkatkan kemampuan seksual dan kejantanan.
Sebagai obat herbal, Tongkat Ali tidak memiliki efek samping yang didapati pada obat-obatan lain yang mengandung bahan kimia, yang mengandung steroid anabolik dan testosteron buatan yang dapat berbahaya bagi kesehatan jantung dan mengakibatkan penyusutan alat vital pria.
Informasi mengenai 3 jenis herbal di atas hanya merupakan referensi yang dapat Anda pertimbangkan karena sebenarnya masih ada banyak lagi tanaman obat yang dapat Anda manfaatkan untuk pengobatan.
Namun, seperti semua produk kesehatan, obat herbal hendaknya digunakan dengan kewaspadaan, pengetahuan dan tentu saja keseimbangan. Tips-tips berikut dapat membantu Anda selama proses pengobatan.

    Waktu minum obat herbal
    Minum obat herbal sekitar 1 jam sebelum makan karena dalam keadaan tersebut tubuh belum tercampur zat-zat lain dan akan mempercepat penyerapan khasiat obat tersebut. Bagi penderita gangguan lambung, disarankan meminum ½-1 jam sesudah makan.
    Konsumsi sesuai dosis dan anjuran yang ditetapkan herbalis
    Jika mengombinasikan obat herbal dengan obat konvensional (obat medis), beri selang waktu 1-2 jam.
    Pola hidup dan pola makan yang sehat
    Selama proses pengobatan, adalah bijak untuk menerapkan pola hidup sehat yang mencakup pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, cukup tidur, dan pengelolaan stres yang baik karena apa yang sedang Anda pikirkan dapat berpengaruh besar pada tubuh Anda.

Dengan mencamkan berbagai anjuran dan rekomendasi seputar herbal, obat herbal dapat dijadikan salah satu pengobatan alternatif yang aman dan efektif.
Doktor Logan Chamberlain, penulis sebuah buku tentang suplemen herbal, berpendapat, "Hampir setiap laporan pada tahun-tahun terakhir mengenai efek berbahaya dari herbal berasal dari kasus orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk." Jadi, jangan pernah mengabaikan petunjuk penggunaannya.
Informasi lengkapnya di: http://www.alvaroarvin.blogspot.com/Materi Dasar Keperawatan

OBAT TRADISIONAL VS OBAT KIMIA


Obat tradisional vs obat kimia Obat tradisional vs obat kimiainShare
Dalam memutuskan pengobatan dan obat apa yang akan digunakan, tradisional atau kimia, masing-masing harus memikirkan kebutuhan dan situasi serta kondisi yang sedang dihadapi. Mengapa?


Salah satu alasannya adalah reaksi dan cara kerja yang berbeda antara kedua herbal tersebut. Berikut ini adalah beberapa fakta dan perbandingan yang harus diingat ketika Anda hendak memutuskan obat jenis apa yang ingin Anda gunakan.
Tabel Perbandingan Obat Tradisional dan Obat Kimia

No.     Obat Tradisional     Obat Kimia
1 Harganya terjangkau      Harga relatif mahal karena faktor impor.
2 Efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat.     terjadi. Efek samping pengobatan lebih sering 
3 Reaksinya lambat.      Reaksinya cepat.
4 Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh.      Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh.
5 Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia.      Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis
6 Terapi sampingan Diet terhadap makanan tertentu.    

Terapi sampingan: diet terhadap makanan tertentu dan perlakuan tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stres.
Bila Anda bertanya, mana yang lebih baik antara obat tradisional dan obat kimia, jawabannya bergantung pada situasi dan kondisi Anda. Karena reaksi obat tradisional yang lambat, pada kasus darurat seperti perdarahan misalnya, obat kimia lebih baik digunakan karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit.
Hal yang sama berlaku untuk penanganan pasien pada kasus penyakit akut seperti kanker stadium akhir. Karena bersifat darurat, pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif cepat.
Dalam kondisi tersebut, jika pasien menginginkan, obat tradisional dapat tetap diberikan tetapi tidak dapat digunakan secara tunggal melainkan dapat dikombinasikan penggunaannya bersama obat kimia dan obat medis lainnya yang diperlukan.
Pada saat seperti itu, fungsi obat herbal lebih dititikberatkan pada peningkatakan efektifitas pengobatan sekaligus mengurangi efek samping yang ditimbulkan obat kimia.
Berbeda halnya pada pasien dengan kondisi yang boleh dikatakan masih aman. Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tunggal atau jika diinginkan, dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi selang waktu pemakaian antara kedua jenis obat tersebut.
Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda? Jawabannya berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Seperti yang telah disinggung dalam tabel di atas, obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit.
Menurut Dr Amarullah H Siregar obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Berbeda halnya dengan obat tradisional yang bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit.
Contohnya, Meniran (Phyllanthus urinaria) yang memiliki efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar di dalam tubuh yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman.
Perhatikan, dalam contoh tersebut, Meniran tidak bekerja langsung menghentikan serangan kuman tetapi dengan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kuman.
Tak heran, bila dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Meskipun demikian, keunggulan obat tradisional adalah efek sampingnya yang relatif lebih kecil bahkan ada yang tidak memiliki efek samping sama sekali jika digunakan secara tepat.
Alasan utamanya adalah dikarenakan sifat bahan obat tradisional yang alami sehingga dapat dicerna oleh tubuh. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan obat tradisional, ada baiknya Anda mengenal bentuk-bentuk sajian obat tradisional yang ada.
Mari kita kenali aneka sajian obat tradisional yang ada dengan mengunjungi halaman Ragam Obat Tradisional.
Informasi lengkapnya di: http://www.alvaroarvin.blogspot.com/obat-tradisional-vs-obat-kimia.html#ixzz2Tj1DAXtQ

Obat Tradisional: Kanker, Tumor, Stroke, Asam Urat, Hipertensi

Obat Tradisional: Kanker, Tumor, Stroke, Asam Urat, Hipertensi...

Obat tradisional Obat tradisional Shutterstock inShare

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang terbuat dari tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut yang diolah secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Bentuk yang paling populer dari obat tradisional adalah dengan menggunakan herbal (tanaman obat). Obat tradisional seperti herbal terdiri dari beberapa golongan. Mari kita cermati masing-masing jenisnya.
Obat Tradisional dan Penggolongannya

Obat tradisional berupa herbal dapat digolongkan menjadi 3 macam, antara lain:

    Jamu-jamuan
    Obat bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan keamanannya baru terbukti secara empiris secara turun-temurun. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi atau isolasi bahan aktifnya saja.
    Herbal terstandar
    Bentuk sediaan obat sudah berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmokologi dimanik (manfaat), dan teratogenik (keamanan terhadap janin).
    Fitofarmaka
    Herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis (telah diujikan pada manusia).

Saat ini yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah obat tradisional dalam bentuk jamu, jamu pun ada banyak bentuknya mulai dari 'jamu gendong' sampai dalam bentuk kapsul.

Produk berupa jamu umumnya dibuat berdasarkan resep atau pengetahuan turun-temurun, jadi khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman dari para penggunanya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.
Obat Tradisional Semakin Dikenal

Dalam era komunikasi serba cepat sekarang ini, semakin banyak obat tradisional yang muncul ke permukaan. Kalau tadinya banyak orang mengenal jamu-jamuan hanya dari tanah Jawa saja, saat ini masyarakat mulai mengenal jamu-jamuan dari pulau-pulau lain, seperti Papua dengan Sarang Semut dan buah merah-nya, Sumatera dengan Tongkat Ali-nya.

Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan beragam tanaman berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.

Berikut adalah referensi singkat tentang herbal atau obat tradisional yang disusun beradasarkan beberapa nama penyakit utama, tinggal meng-klik nama penyakitnya untuk mengetahui penjelasan singat tentang penyakit tersebut dan obat tradisional mana yang direferensikan. Mudah-mudahan Anda dapat menemukan solusi kesehatan yang tepat melalui artikel ini.

Jika jenis penyakit yang Anda cari tidak terdapat dalam daftar tersebut di atas, silakan gunakan fasilitas Google Search yang terdapat tepat di atas artikel ini untuk menemukan solusinya.

Saat ini, obat tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang terjangkau. Selain itu, menurut beberapa penelitian obat tradisional tidak banyak menimbulkan efek samping seperti obat kimia, bahkan ada yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali asalkan digunakan secara tepat.

Apapun alasannya, yang pasti obat tradisional memang terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan tidak kalah efektif dibandingkan obat-obat kimia. Untuk itu, mari kita lihat perbandingan antara obat tradisional dengan obat kimia dalam artikel Obat Tradisional Vs Obat Kimia.

Informasi lengkapnya di: http://www.alvaroarvin.blogspot.com/

Wednesday, May 15, 2013

Obat Tradisional

Apakah yang dimaksud dengan obat?
Obat adalah suatu bahan atau paduan bahan – bahan yang dimaksudkan untuk menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelaianan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk mempercantik atau memperindah bagian tubuh manusia.

Apakah yang dimaksud dengan obat tradisional?
Obat tradisional adalah obat yang didapat langsung ari abhan – bahan alamiah (Indonesia), terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
Apa saja yang dapat digunakan sebagai obat tradisional?
Obat tradisional didapat dari bahan – bahan alami, dari tumbuhan, hewan maupun zat atau benda lain yang berada di lingkungan hidup manusia.

Bagian dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah mulai dari akar, umbi, batang, daun, bunga, buah, biji maupun sari airnya.
Berikut ini beberapa contoh tanaman obat yang dapat digunakan untuk pengobatan darah tinggi : Bayam duri, belimbing manis, alang-alang, belimbing wuluh, daun sendok, jagung, kayu manis, ketepeng kecil, kumis kucing, mengkudu, meniran, mindi kecil, patikan kebo, pegagan, pepaya, pule pandak, saga, sambiloto, semanggi gunung, tapak dara, tempuyung.
Bagian dari hewan yang dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional adalah mulai dari kulit, susu, daging bahkan darah hewan tertentu.
Contoh: bisa ular cobra, susu kuda liar, daging kambing dll.
Bahan dan zat lain pun dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti: belerang.
Salah satu contoh obat tradisional adalah larutan jeruk nipis yang dicampur dengan kecap manis.  Larutan ini berguna untuk melancarkan pernafasan dan mengencerkan lendir sehingga pasien dapat bernafas dengan lega.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
  Beberapa buah jeruk nipis yang masih segar.
   Setengah sendok teh kecap manis.
  Satu buah gelas minum ukuran belimbing.
  Satu buah sendok makan.
Cara pembuatan larutan jeruk nipis – kecap manis adalah:
  Peras jeruk nipis dan tempatkan dalam gelas.
  Campurkan dengan ½ - 1 sendok teh kecap manis, aduk rata.
Aturan pakai larutan jeruk nipis – kecap manis:
  Bagi orang dewasa, minum 3 x 1 sendok makan larutan tanpa dicampur air .
  Bagi anak – anak, minumkan 3 x ½ sendok makan larutan tanpa dicampu air.
  Bila ingin minum air setelah meminum larutan, minumlah air matang yang masih hangat.
 Bila batuk tidak berkurang, segera periksakan dri e pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More